20 Tips Membuat Pemasaran Konten untuk Mengembangkan Bisnismu

20 Tips Membuat Pemasaran Konten untuk Mengembangkan Bisnismu

Entah disadari atau tidak, kamu pernah membaca konten hasil jasa print online berupa artikel, iklan, brosur atau bahkan mungkin email. Ada konten yang kata-katanya jelek, tidak menarik untuk dibaca dan sangat membosankan. Sebaliknya, ada juga konten yang membuat kamu tidak bisa berhenti untuk membacanya, terasa menarik bahkan kita merasa rugi jika tidak menghabiskan membaca konten tersebut.

Konten ini penuh dengan kata-kata yang menarik, entah bagaimana caranya si penulis seperti dapat memilih kata-kata yang tepat untuk membuat pembaca tetap terbuai. Kedengarannya keren, bukan?

Rupanya, hal ini juga berlaku dalam dunia bisnis. Sayangnya, menulis tidak semudah dengan membaca sebuah tulisan. Jadi, kenali lah kalimat-kalimat pemasaran konten untuk menginspirasi dan mengembangkan bisnismu.

Baca Juga: 5 Best Digital Campaign yang Pernah Ada di Indonesia


1. Gunakan Bahasa Gaul

Bagi kamu yang menjadikan generasi milenial sebagai target bisnis kamu, gunakan bahasa gaul yang sehari-hari mereka gunakan. Kabar baiknya, Printerqoe bisa menyediakan jasa print online yang bisa mencetak bahasa gaul yang kamu buat.

2. Gunakan Kata Baru

Kata “Baru” membawa kita pada sebuah petualangan, sebuah perjalanan untuk sebuah penemuan. Daya tarik kita terhadap hal “baru” membantu kamu berinovasi dan mencari peluang baru. Jika kata atau hal “baru” tidak begitu menarik bagi manusia, maka kamu tidak akan berkembang.

3. Gunakan Kata-Kata Sensorik

Kata-kata sensorik lebih kuat dan mudah diingat daripada kata-kata biasa karena membuat pembaca melihat, mendengar, mencium, merasakan, atau merasakan kata-katamu. Saat membaca kata-kata non-sensorik, otak memproses teks. Tapi saat Kamu membaca kata-kata sensorik, area otak yang berbeda menyala.

Otak Kamu akan memproses kata-kata sensoris seolah-olah Kamu mencicipi kue manis, seolah-olah Kamu melihat tampilan warna yang mempesona, seolah-olah Kamu merasakan tekstur kasar.

4. Gunakan Kata-Kata Persuasif

Bila kamu menggunakan kata-kata ini dalam setiap konten bisnismu, Kamu akan menarik perhatian lebih banyak orang, konten kamu menjadi lebih berpengaruh, dan orang-orang bertindak sesuai saran kamu. Misalnya, "Kami tidak menjual produk, tapi memberi solusi". Kata-kata persuasif seperti itu bisa kamu pilih ketika akan mencetaknya di jasa print online, termasuk Printerqoe.

5. Pilih Kalimat Penguatan

Kalimat yang lemah memiliki makna yang dangkal. Biasanya, rangkaian kata ini tidak membuat pembaca merasakan sesuatu dan pembaca tidak memvisualisasikan kata-kata yang kamu inginkan. Sebaliknya, kata-kata kuat cenderung memiliki makna yang kuat. Kata-kata ini mendorong orang untuk mengambil tindakan-untuk mendownload penawaranmu, untuk menghubungi Kamu, atau untuk menerapkan nasehatmu.

Sebagai contoh, "Smartphone murah ini terbaik di kelasnya".

Dalam kalimat tersebut, ada dua kata penguatan yang menjelaskan keunggulan produk, yaitu murah dan terbaik.

Baca Juga: 8 Tips Manajemen Waktu yang Lebih Efektif


6. Gunakan Kata-Kata Seduktif

Kata-kata yang membangun kalimat ini mendorong orang untuk mengambil tindakan yang membujuk dan tampak tidak masuk akal, namun telah terbukti secara ilmu pengetahuan. Contohnya, "obat perkasa ini mampu bikin kamu jadi pria jantan".

7. Pakai Kalimat Menantang

Iklan seperti ini biasa ditemukan pada iklan rokok. Logika kemanjuran cara ini sederhana saja, orang akan merasa diakui jika bisa memenuhi tantangan.

Contohnya, "Pria sejati, berani adu nyali".

8. Gunakan Kalimat Se-Rima

Maksud dari penggunaan kalimat serima adalah kalimat dengan nada seperti berpantun. Tujuannya adalah agar orang yang membacanya mudah mengingat isi pesan dari iklan itu sendiri. Misalnya, "Orang bijak taat pajak".

9. Gunakan Kalimat Hiperbola

Meski sudah klise, namun kalimat hiperbola masih bisa menarik minat beli konsumen. Hal ini dimungkinkan terjadi karena konsumen menginginkan atau merasakan hal yang luar biasa.

Contohnya, "Rasa rokok ini, bikin kamu terbang ke langit".

10. Gunakan Kata-Kata Vulgar

Kata-kata vulgar yang dimaksud tentunya harus sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh para pembuat regulasi. Namun, kata-kata vulgar seperti seksi, bisa memancing daya beli konsumen. Misalnya, "Lipstik ini bikin bibir kamu lebih seksi".

11. Kombinasikan dengan Istilah atau Bahasa Asing

Tujuannya sederhana, agar orang yang membaca kalimat ini terlihat keren, dan memancing mereka agar membeli produk yang dipromosikan.

"Rokok Bang Jack, Bawa Sensasi Rockstar," misalnya seperti ini.

12. Gunakan Kata-Kata khas Public Figure

Kata-kata yang sering digunakan atau terlontar dari seorang pesohor biasanya memiliki dampak besar bagi banyak orang. Inilah yang bisa kamu gunakan untuk membuat quotes saat mencetak iklan via jasa print online.

"Bagi yang membeli gitar Joko, kalian luar biasa." Kata 'luar biasa' yang ikonik dari Ariel Noah ini sebagai contohnya.

Baca Juga: Yang Perlu Kamu Tahu Tentang UU ITE, Agar Lebih Sopan Menggunakan Media Sosial


13. Gunakan Nomor atau Angka Tertentu

Angka seperti 10 atau 7 atau 93 bukanlah kata-kata, tapi bisa langsung meningkatkan daya bujuk Kamu. Mengapa? Angka menarik perhatian karena terlihat berbeda daripada huruf. Angka mewakili fakta.

14. Gunakan Istilah yang Sedang Viral 

Pebisnis yang hebat adalah sosok yang bisa mencari momentum tepat untuk memaksimalkan hasil. Nah, masukkan kata-kata atau kalimat viral agar quotes bisnis kamu bisa nempel terus di benak orang yang membacanya.

15. Gunakan Kata Gratis

Kalau kata yang satu in, tidak usah diragukan lagi kekuatannya, apalagi di negara kita tercinta ini. Hampir tiap hari kata “gratis” ini kita dengarkan. Saat Kamu menyalakan TV, pasti sering dengar kalimat ongkir gratis, gratis ayam 2 potong, gratis kaset CD….gratiss bla…bla…blaa… Di Indonesia, konsep seperti ini banyak digunakan oleh Gojek, Grab, dan startup lainnya.

Daya tarik kita untuk barang gratis memang mengalahkan akal sehat. Dalam bukunya “Predictably Irrational,” Dan Ariely menjelaskan bagaimana Amazon.com mulai menawarkan pengiriman gratis untuk pesanan dengan harga tertentu.

16. Gunakan Kata Instan

Siapa yang tidak suka dengan yang instan, di zaman serba canggih sekarang, semuanya ingin serba cepat, serba instan, bahkan orang rela menyogok biar bisa dapat hasil yang instan. Kata instan membuat orang menyukai produk produk seperti makanan siap saji seperti mie instan.

17. Gunakan Kata Membayangkan

Ketika seseorang dapat memegang produkmu di tangan mereka, keinginan mereka untuk memiliki produk Kamu akan meningkat. Beginilah cara para penjual di Internet menggunakan kekuatan kata “bayangkan” untuk membantu orang memvisualisasikan produk yang mereka tawarkan.

18. Gunakan Kata Sebab-Akibat

Kata ini memberikan alasan mengapa orang harus melakukan sesuatu, sehingga bisa memicu respons otomatis. Sekalipun alasannya adalah palsu.

Dalam bukunya yang berjudul “Influence”, Cialdini menjelaskan percobaan pada mesin fotokopi: Jika Kamu tidak memberi alasan mengapa orang membiarkan memotong antrian, hanya 60% yang akan membiarkan kamu melanjutkan. Tapi jika Kamu memberi alasan, menggunakan kata “karena,” 93% orang memungkinkan Kamu untuk memotong antrian.

19. Maksimalkan Kata-Kata Penggugah Emosi

Copywriter legendaris Joseph Sugarman pernah berkata, "Anda membeli karena emosi, tapi Anda memmbenarkan keputusan anda untuk membeli dengan logika".

20. Gunakan Kalimat Bagaimana Caranya

Sebagian besar orang di zaman sekarang mencari solusi melalui internet. Bahkan sewaktu anaknya sakitpun yang pertama kali ditanya itu Internet, bukan dokter. Itulah sebabnya ungkapan “Bagaimana cara” sangat ;laris dan kuat sekali, jadi tidak usah heran juga kalau banyak blog yang judul artikelnya menggunakan ungkapan.


Contohnya,"Bagaimana Cara Menulis Lagu Romantis Seperti Ariel Noah".


Sumber: https://blog.printerqoe.com/

What's your reaction?

Leave a reply