PSBB Diperpanjang, Bagaimana Bisnismu?

PSBB Diperpanjang, Bagaimana Bisnismu?

Menanggapi penyebaran virus COVID-19 yang semakin masif di Indonesia, sejumlah pemerintah kota/kabupaten/provinsi telah mengantongi izin pemberlakuan PSBB yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan sdan dimulai sejak 10 April 2020 lalu.


PSBB atau singkatan dari Pembatasan Sosial Berskala Besar merupakan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat guna meminimalisir penyebaran pandemi. Meskipun secara obyek PSBB dan karantina wilayah/lockdown memiliki tujuan yang sama. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya kedua istilah memiliki implementasi berbeda.

Perbedaan PSBB dengan Lokdown/Karantina Wilayah

Hal utama yang membedakan PSBB dengan lokdown/karantina wilayah adalah jangkauan wiayahnya. PSBB hanya berlaku  untuk aktifitas tertentu saja di wilayah yang terduga/terbukti telah terinfeksi pandemi COVID-19. Namun masyarakat tetap bisa melaksanakan kegiatan sehari-hari dengan ketentuan-ketentuan yang diatur oleh pemerintah.

Sebaliknya, lokdown/karantina wilayah merujuk pada penutupan atau pelarangan seluruh aktifitas publik dalam skala wilayah yang lebih luas akibat penyebaran pandemic yang sudah tidak terkendali. Dalam lockdown/karantina wilayah, masyarakat tidak diperkenankan untuk beraktifitas di luar rumah. Intinya, dalam PSBB masyarakat masih bisa beraktivitas meskipun terbatas sedangkan lokdown/karantina wilayah tidak.

PSBB Diperpanjang, Bagaimana Bisnismu?

Perpanjangan status PSBB in disebabkan adanya masyarakat yang belum patuh dan belum terbangun kesadarannya akan PSBB. Selain itu juga masih banyak perusahaan yang membandel dan beroperasi meski buan perusahaan/industry yang dikecualikan. Selain itu, alsan terpenting laiinya dalah pererakan pertambahan kasus COVID-19 tetap bertambah secara konstan.

Selain di perpanjang, implementasi PSBB telah bertambah menjadi 18 daerah dan penting untuk ditaati oleh seluruh pemangku kepentinan demi keselamatan masyarajat dalam skala luas dan jangka waktu yang lama. Akan tetapi, penerapan PSBB tersebut juga berpotensi mengakibatkan munculnya kerawanan sosial dari terentinya aktifitas ekonomi rill.

Data dari Kemker per 20 April 2020 menyebutkan, jumlah pekerja yang terdampak COVID-19 sebanyak 2.084.593 pekerja dari sektor formal dan informal yang berasal dari 116.370 perusahaan yang idak bisa menggaji atau memberikan tunjangan.

Nah, apakah bisnismu adalah salah satu perusahan terdampak atau memiliki pengecualian seperti beberapa industri dalam keempat kategori di bawah ini? 

Industri Pengecualian dalam PSBB

Karena PSBB masih memperbolehkan beberapa aktifitas beroperasi, tentu artinya merujuk kepada beberapa industri. Ya, atas pertimbangan pemenuhan dan mendukung mendukung produktivitas masyarakat dan pemenuhan dasar penduduk yang tetap #dirumahaja. Pemerintah melakukan pengecualian terhadap beberapa industr untuk tetap beroperasi.

1. Kantor Pemerintah di Tingkat pusat, Daerah, BUMN, BUMD, dan Perusahaan Publik

  • Kantor terkait aspek pertahanan dan keamanan seperti TNI 7 POLRI
  • Bank Indonesia, lembaga keuangan dan perbankan
  • Utilitas public (pelabuhan, bandara, penyebrangan, pusat distribusi, logistic, telekomunikasi, minyak dan gas bumi, listrik, air, dan sanitasi
  • Pembangkit listrik dan transmini
  • Kantor pos
  • Pemadam kebakaran
  • Pusat informatika nasional
  • Lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara
  • Bea cukai
  • Karantina flora dan faunakantor pajak
  • Lembaga/badan yang bertanggung jawab untuk manajemen bencana dan peringatan dini
  • Unit yang bertanggung jawab untuk mengoperasikan dan memelihara kebun binatang,pembibitan, hutan, margasatwa, dll
  • Unit yang bertanggungjawab dalam pengelolaan panti sosial

2. Perusahaan Komersial dan Swasta

  • Toko yang berhubungan pemenuhan pangan
  • Bank, asuransi, unit sistem ARM, vendor IT operasi perbankan, call center perbankan, dan operasi ATM
  • Media cetak dan elektronik
  • Telekomunikasi, layanan internet, penyiaran, dan layanan TV kabel
  • Pengiriman semua bahan dan barang pangan atau barang penting
  • Pompa bensin, LPG, outlet ritel dan penyimpanan minyak dan gas bumi
  • Pembangkit listrik, unit, dan layanan transmisi dan distribusi
  • Pasar modal
  • Layanan ekspedisi barang
  • Penyimpanan dan pergudangan dingin
  • Layanan keamanan pribadi 

3. Perusahaan Industri dan Kegiatan Produksi

  • Unit produksi komoditas esensia, termasuk obat-obatan, farmasi, perangkat medis atau alat kesehatan, perbekalan kesehatan rumah tangga
  • Unit produksi yang membutuhkan proses berkelanjutan setelah mengantongi izin dari Kementrian Perindustrian
  • Produksi minyak dan gas bumi, batubara, mineral dan penambangan
  • Unit manufaktur bahan kemasan makanan, obat-obatan, farmasi dan alat kesehatan
  • Kegiatan pertanian bahan pokok hortikultura
  • Unit produksi barang ekspor
  • Unit produksi barang pertanian, perkebunan, serta produksi UMKM

4. Perusahaan Logistik dan Transportasi

  • perusahaan angkutan darat untuk bahan pangan, barang ekspor dan impir, logistik, distribusi dan bahan kebutuhan UMKM
  • Pelayaran, penyebranganm dan penerbangan untuk logistik
  • Jasa pengurusan transportasi dan penyelenggara pos
  • Jasa pergudangan termasuk cold chain

Dari keempat kategori di atas, yang manakah industrimu? Apakah kamu adalah salah satu yang terkena dampak pelarangan PSBB? Meskipun begitu, bukan alasan untukmu tidak produktif dan berusaha lebih ekstra meskipun bekerja #dirumahaja. Untuk itu, guna mendukung kebiajkan PSBB dnamun tetap memabntumu bekerja secara produktif untuk mengembangkan bisnis, AXIQoe.com berkomitmen untuk terus menerima pesanan pengadaan barang peralatan dan perlengkapan kantor seperti ATK dan elektronik lainnya.

Ingat untuk selalu #dirumahaja agar penyebaran visrus COVID-19 terputus. Jangan khawatir akan barang pesananamu. Karena kami memastikan akan segera sampai di tempat tujuan ketika masa PSBB berakhir.

What's your reaction?

Leave a reply