‘Superior Value’ Sebagai Prediksi Masa Depan Procurement di Indonesia

‘Superior Value’ Sebagai Prediksi Masa Depan Procurement di Indonesia

Kegiatan konsumsi yang dilakukan perusahaan maupun instansi pemerintahan tak jauh dari pengadaan barang dan jasa atau procurement. Sebelumnya, procurement kerap dikaitkan dengan proses yang rumit, namun berkat inovasi di bidang teknologi, lahirlah sistem pengadaan baru yang efektif dan telah bergeser menggunakan platform online.

Inovasi ini akan terus berkembang mengalami perubahan signifikan. Tidak hanya dalam memangkas proses pengadaan konvensional yang memakan banyak waktu, melainkan memiliki keuntungan-keuntungan lainnya yang digadang-gadang sebagai 'Superior Value'.

Superior Value yang dimaksud oleh Mckinsey adalah:


Sumber : McKinsey Digital Procurement & Service Line

Dengan adanya superior value tersebut, procurement diprediksi akan mengubah citra pengadaan barang dan jasa yang semula merupakan bagian dari fungsi perusahaan menjadi representasi kompetensi perusahaan itu sendiri. Sehingga kelak, pengadaan akan turut membentuk kompetensi perusahaan dengan adanya penerapan-penerapan teknologi baru karena kemampuan dan kompetensi baru bisa jadi akan menjadi hal utama dalam menentukan keberhasilan sebuah perusahaan. Artinya, perusahaan atau organisasi yang tidak mampu beradaptasi dengan model pengadaan yang baru tidak akan dapat bersaing.

Atas prediksi superior value dia atas, sangat memungkinkan jika kelak, procurement akan menerapkan teknologi digital dalam proses pengadaan elektronik, seperti blockchain, IoT, Cloud, dan kecerdasan artifisial akan mengalami perkembangan yang cukup besar pada periode ini.

Selain aspek teknologi, procurement di masa depan juga akan fokus terhadap perombakan aspek fundamental. Seperti manajemen suplai dan risiko yang akan terus banyak mengalami tantangan, terutama yang berkaitan dengan karakteristik penyuplai, rantai suplai, dan hasil akhir pengadaan yang bersifat finansial. Dalam hal ini, pengadaan akan lebih berfokus pada laba atas investasi atau return of investment (ROI).

Ditekankan oleh  Togap Siagian selaku Professional Procurement & Consultant dalam webinar Executive Corner AXI pada 9 September 2020 yang lalu, procurement di masa depan akan terus berkembang mengalami perubahan signifikan. Terlebih di masa PSBB sekarang, dimana agile procurement sangat dibutuhkan. Untuk itu, diperlukan juga aspek strategi, sumber daya, dan manajemen mitigasi yang baik untuk menginstal mindset, value serta prinsip dalam proses pengadaan untuk menghindari disrupsi dan risiko.

Framework masa depan procurement menurut Togap:

1. Proses yang berdasarkan strategi khusus
2. Sumber daya manusia 4.0
3. Manajemen resiko
4. Penerapan teknologi digital & kecerdasan buatan
5. Agile procurement

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan, jika perkembangan procurement di masa depan pada akhirnya sangat bergantung terhadap kualitas sumber daya manusia dan manajeerial. Dengan fondasi fundamental yang kuat, akan terbentuk procurement yang agile dengan pengintegrasian teknologi digital dan kecerdasan digital.

Sumber : 
- Togap Siagian - Webinar Executive Corner AXI, 9/9/20



What's your reaction?

Leave a reply