Mendapatkan Pekerjaan di Masa Pandemi dengan LinkedIn

Mendapatkan Pekerjaan di Masa Pandemi dengan LinkedIn

LinkedIn menjadi salah satu platform yang paling banyak digunakan untuk mencari kerja di masa pandemi. Hal ini tidaklah keliru, melihat Linked merupakan tempat para rektuter aktif mencari kandidat baru di perusahaan mereka. 

Dikutip dari Inc.com, menggali secara lebih jauh bagaimana cara terbaik untuk bisa mendapatkan pekerjaan melalui media sosial ini. Adapun tipsnya, sebagai berikut.

Tips Mendapat Kerja di Pandemi

1. Cari Koneksi yang Dikenal di Tempat Mendaftar Kerja

Cara paling tepat untuk bisa mendapatkan pekerjaan melalui LinkedIn adalah melalui  rujukan dari koneksi yang sudah bekerja di tempat yang diinginkan.

“Hampir 50 persen dari perekrut mengatakan bahwa rujukan adalah sumber utama kualitas karyawan, dan jika Anda menerima rujukan, kamu empat kali lebih mungkin untuk mendapatkan balasan kembali dari perekrut,” ujar pakar karir LinkedIn Blair Decembrele.

Baca Juga: Upaya Stimulus Ekonomi di Masa Pandemi COVID-19

Agar proses ini lebih mudah, LinkedIn baru-baru ini meluncurkan alat Ask for a Referral langsung di platform untuk membantu kamu membuat permintaan ini. Namun, jika tidak memiliki koneksi langsung di perusahaan, cari seseorang yang bekerja di sana melalui orang yang dikenal.


2. Isi setiap bagian bagian 'Kepentingan Karier' di profil LinkedIn Kamu

Untuk membuat perekrut memahami pekerjaan apa yang dicari atau seberapa pantas kamu menempati posisi yang diinginkan, kamu harus selalu memperbarui profil LinkedIn kamu. Tetapi ada bagian lain yang juga harus perhatikan ketika kamu sedang mencari pekerjaan. Kamu dapat memperbarui "Minat Karier" kamj saat melihat profil kamu sendiri di "Dasbor Anda."

Pilih opsi "Biarkan perekrut Anda tahu Anda terbuka" dan profil Anda akan lebih mudah dicari oleh perekrut yang menggunakan LinkedIn.

3. Buat surat lamaran yang ringkas dan personal

Ketika sudah memiliki jenis pekerjaan dan perusahaan tujuan yang jelas, maka menjadi penting untuk mengirimkan surat lamaran yang ringkas dan bersifat personal. Jangan hanya menyalin dari surat lamaran yang sudah ada.

Saat mengirim pesan ke seseorang, LinkedIn terkadang menyediakan ucapan yang dibuat secara otomatis. Jangan pernah sekalipun menggunakan template ini.

Decembrele menambahkan, pelamar kerja juga harus menghubungi perekrut, melihat LinkedIn profilnya, serta mencari koneksi yang sekiranya bisa memberi rujukan. Hampir 70 persen pengguna LinkedIn mendapatkan pekerjaan melalui hubungan timbal balik. Menyebutkan detil-detil yang bersifat personal memang penting lantaran akan dapat mempererat hubungan sekaligus membuat hubungan kerja menjadi lebih solid.

4. Jika tidak memiliki koneksi, cari melalui grup

Jika tidak menemukan koneksi yang dapat memberi rujukan, kamu masih bisa menjangkau recruiter melalui grup yang terdapat di LinkedIn.

“Jika kamu benar-benar menginginkan suatu pekerjaan, kamu harus menemukan cara untuk mendapatkan orang tersebut,” lanjut Decembrele.

“Sehingga, jika kamu tidak mengenal mereka melalui koneksi, temukan mereka melalui grup. Temukan mereka dengan menulis sebuah pesan yang mencolok dan membuat Anda terlihat menonjol di dalam grup tersebut,” lanjutnya.

Kamu dapat mencari orang-orang dalam grup LinkedIn atau menjelajahi grup dalam kelompok perusahaan yang kamu inginkan. Contohnya jika kamu ingin bekerja di penyedia layanan cetak online, maka bergabunglah dengan grup yang membahas diskusi seputar cetak online.

5. Aktifkan pemberitahuan lowongan pekerjaan

Hal ini penting dilakukan agar Anda bisa mengetahui posisi-posisi baru yang sedang dibuka. “LinkedIn baru-baru ini memperluas fitur ini dan ada lebih banyak pilihan yang dapat Anda buat, bahkan menargetkan perusahaan tertentu,” lanjut Ellson. Kamu dapat memilih cara pemberitahuan ini, baik melalui e-mail atau pemberitahuan seluler dan desktop, sekaligus memilih frekuensi pemberitahuan yang kamu inginkan.

Baca Juga: PSBB Berakhir, Ini yang Harus Disiapkan Perkantoran

6. Jika sedang tidak bekerja, sebutkan posisi yang kamu inginkan

Jika kamu ingin muncul dalam setiap pencarian yang dilakukan oleh recruiter, maka bagian 'current position' di laman LinkedIn Anda sebaiknya diisi dengan pekerjaan yang Anda inginkan.

“Kamu dapat menjelaskan secara lebih lanjut mengenai hal apa yang sedang Anda lakukan, baik melakukan penelitian, berjejaring, belajar, atau bahkan sedang mencari pekerjaan," ujar Ellson.

Hindari penggunaan kata 'mencari kesempatan" sebab dapat membuat kamu terlihat menyedihkan. Agar tidak terlihat menyedihkan, gunakan jasa cetak online seperti PrinterQoe yang bisa membuat resume pekerjaan kamu terlihat lebih baik.

7. Ikuti halaman profil dari pekerjaan yang kamu inginkan

Mengikuti atau follow profil dari perusahaan spesifik yang kamu inginkan bisa membuat kamu menjadi lebih mengetahui informasi-informasi terkini dari perusahaan tersebut. Kamu bahkan bisa memilih, apakah ingin melihat unggahan dari perusahaan impian kamu, lowongan pekerjaan yang tersedia, atau bahkan keduanya melalui feed LinkedIn kamu.

8. Berikan penekanan pada bagian "skill" profil LinkedIn

Jangan mengabaikan bagian "skill" di profil LinkedIn kamu, karena itu mungkin lebih penting daripada "experience" kamu. “Penelitian LinkedIn menemukan bahwa hampir 89 persen profesional merasa keterampilan itu bahkan lebih penting daripada jabatan kerja,” kata Decembrele. Like, comment dan bagikan konten yang terdapat dalam feed LinkedIn kamu.

Seperti halnya jejaring sosial lainnya, kamu harus secara aktif berpartisipasi untuk mendapatkan semua manfaat dari LinkedIn. “LinkedIn adalah tempat yang sempurna untuk mencari pekerjaan,” kata Pierson. Namun, jangan hanya diam dan pasif tanpa memanfaatkan platform ini secara maksimal. Jika memang sedang mencari pekerjaan, pastikan kamu membuka LinkedIn, meskipun hanya beberapa menit di smartphone Anda ketika ada waktu luang.

Baca Juga: Tips Kerja Produktif Saat Kembali Ngantor di Masa Pandemi

What's your reaction?

Leave a reply